Menu

Mode Gelap

budaya · 2 Jun 2025 13:37 WIB

Gubernur Pramono Akan  Kembangkan Budaya Betawi Lewat “Betawi Cultural Collaboration.”


 Gubernur Pramono Akan  Kembangkan Budaya Betawi Lewat “Betawi Cultural Collaboration.” Perbesar

Jakarta,FloNews.id–|Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin, menghadiri kegiatan Sarasehan ke-III Kaukus Muda Betawi bertema “Menyongsong 498 Tahun Kota Jakarta dan Lembaga Adat Masyarakat Betawi Tahun 2025”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Senin (2/6).

Gubernur Pramono menyambut antusias terselenggaranya acara ini karena merupakan langkah penting menuju usia ke-500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat rasa kebersamaan, membangun dialog, dan meneguhkan toleransi di tengah keragaman warga Jakarta.

“Menurut saya, ini bagian dari komitmen kita untuk menyelesaikan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, di mana Jakarta kini tengah bertransformasi menjadi kota global dan pusat ekonomi nasional. Jadi, kalau tidak sekarang diselesaikan, menurut saya kita akan mengalami kesulitan. Bahkan, Ketua DPRD-nya punya komitmen, serta teman-teman sekalian di sini berkeinginan untuk itu juga,” ujar Gubernur Pramono.

Ia menilai sarasehan ini juga menjadi momen strategis bagi para tokoh, budayawan, seniman, pelaku ekonomi, serta seluruh lapisan masyarakat untuk bertukar gagasan, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai penjaga dan penggerak budaya Betawi.

“Maka, saya meminta Dinas Kebudayaan serta para wali kota dan bupati agar budaya Betawi kita menjadi naik kelas. Kita juga sudah melakukan kerja sama dengan sepuluh hotel berbintang lima untuk budaya Betawi, itu menjadi budaya utama ketika kita datang ke hotel. Kita mulai contohnya di Hotel Borobudur; selama dua bulan, Borobudur akan menyajikan makanan khas Betawi setiap hari,” jelas Gubernur Pramono.

Lebih lanjut, ia mengatakan, budaya Betawi memiliki peran penting sebagai identitas kultural Jakarta. Oleh karena itu, budaya Betawi perlu terus dirawat, dilestarikan, dan dikembangkan melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan yang dikenal dengan semangat “Betawi Cultural Collaboration.”

Menurut Gubernur Pramono, masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menempatkan lembaga kebudayaan dan organisasi masyarakat Betawi sebagai mitra utama dalam merawat nilai-nilai luhur, sekaligus mendorong kemajuan budaya Betawi.

“Sebagai bentuk komitmen nyata, saya bersama Bang Doel menetapkan peningkatan pariwisata melalui promosi budaya Betawi sebagai program prioritas dalam 100 hari pertama pemerintahan kami. Sejumlah kegiatan seperti Festival Bandeng, Andilan Potong Kebo, pagelaran seni budaya, Lebaran Betawi, hingga silaturahmi dengan para tokoh kami dorong sebagai bagian dari upaya pelestarian yang nyata. Ke depan, kami akan terus memperkuat budaya Betawi ini,” pungkasnya.◾️Foto : Istimewa

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tim Lenong Kontemporer 73 Tampil Memukau dalam Festival Teater Tradisional di GKJ Jakarta

16 Juni 2025 - 06:59 WIB

Polri Perluas Dapur Makan Bergizi Gratis (SPPG Polri) Untuk Dukung Program Makanan Bergizi Presiden Prabowo

3 Juni 2025 - 02:37 WIB

Wagub Rano Karno Tegaskan Pancasila Fondasi Pembangunan Bangsa

2 Juni 2025 - 08:24 WIB

Hadapi Puncak Haji, Malaysia dan Indonesia Perkuat Sinergi Layanan Kesehatan

2 Juni 2025 - 01:43 WIB

Wagub Rano Karno Tutup Kejuaraan Bulu Tangkis WONDR by BNI 2025

1 Juni 2025 - 16:56 WIB

Gubernur DKi Jakarta Pramono Hadiri Perayaan HUT ke 75 PGI di GKI Pondok Indah

1 Juni 2025 - 04:41 WIB

Trending di pemerintah